Hubungan timbal balik antara keluarga, sekolah dan masyarakat

Perkembangan peserta didik, dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni hereditas, lingkungan proses perkembangan, dan anugerah sang Kuasa. Untuk faktor lingkungan, peranan tripusat pendidikan itulah yang paling menentukan, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama untuk mencapai tujuan pendidikan yakni membangun dan menyiapkan sumber daya manusia pembangunan yang bermutu. Dan agar tercipta tujuan pendidikan tersebut maka hendaklah lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat bersama-sama berperan aktif dalam hal memberikan pelatihan, pengajaran, pembibingan, yang nantinya akan membantu anak-anak / peserta didik menemukan jati dirinya dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak.
Setiap pusat pendidikan dapat berpeluang memberikan kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan, yakni:
1. Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya.
2. Pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan.
3. Pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan.
Disamping peningkatan kontribusi setiap pusat pendidikan terhadap perkembangan peserta didik, diprasyaratkanpula keserasian kontribusi itu, serta kerja sama yang erat dan harmonis antar tripusat tersebut berbagai upaya dilakukan agar program-program pendidikan dan setiap pusat pendidikan tersebut saling mendukung dan memperkuat antara satu dengan lainnya. Titik kulminasi dari pemikiran tersebut di atas akhirnya dituangkan dalam Kep. Men. Dikbud RI No. 0412/U/1987 tanggal 11Juli 1987 tentang penerapan muatan lokal kurikulum sekolah dasar. Kemudian dikukuhkan oleh UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas (umpamanya pasal 37, 38 ayat 1 ) Jo. PP RI No. 28 Tahun 1990 tentang Dikdas (Pasal 14 ayat 3 dan 4). Muatan nasional kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional, dan berlaku sama di seluruh Indonesia (UU RI Tentang Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003 Pasal 26 ayat 1),
beberapa tujuan yang lebih rinci dari muatan lokal tersebut yang dapat dikategorikan dalam dua kelompok, sebagai berikut :
1. Tujuan-tujuan yang segera dapat dicapai, yakni:
a. Bahan pengajaran lebih mudah diserap oleh murid.
b. Sumber belajar di daerah dapat lebih dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.
c. Murid dapat menerapkan pengetahuan untuk memecahkan masalah yang ditemukan di sekitarnya.
d. Murid lebih mengenal kondisi alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya yang terdapat di daerahnya.

2. Tujuan-tujuan yang memerlukan waktu yang relatif lama untuk mencapainya yakni:
a. Murid dapat meningkatkan pengetahuan mengenai daerahnya.
b. Murid diharapkan dapat menolong orangtuanya dan menolong dirinya sendiri dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
c. Murid menjadi akrab dengan lingkungannya dan terhindar dari keterasingan terhadap lingkungannya sendiri.

Setiap hubungan timbal balik pasti ada kendala yang dihadapi dalam hubungannya, kendalanya dapat berupa kurangnya komunikasi dan kerjasama antara tripusat pendidikan tersebut.

A.Hubungan  sekolah dan masyarakat
#mengikutsertakan guru dan siswa dalam acara masyarakat
#mengikutsertakan masyarakyat dalam hal acara di sekolah seperti ekstrakurikuler, dengan menjadikan masyarakat sebagai narasumbernya
#menjadikan masyarakat dan sekolah sebagai fasilitas perkembangan anak didik

B.Masyarakat sebagai lingkungan pendidikan
#sekolah dan masyarakat melakukan bentuk kerjasama didlam hal melaksanakan fungsi pendidikan
#umumnya fungsi pendidikan di sekolah ada dipengaruhi oleh corak dan kebudayaan masyarakat setempat, yang bisa terbawa bawa oleh anak didik ke sekolah

C.kerjasama antara sekolah dan orang tua
Kerja sama antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan dalam perkembangan anak dididik, salah satu bentuk kerjasamanya sebagai contoh yaitu :
 - orng tua atau wali siswa selalu mengahdri rapat berkaitan dengan perkembangan anak di sskolah
- selalu memberikan asupan gizi kepada anak siapaya anak lebih semngat dan berenergi ke sekolah
-jika murid sakit disekolah, sekolah akan langsung menghubungi orang tua murid untuk menjemputnya.

D.hubungan timbal balik antara ke tiganya
Hubungan antara sekolah dan keluarga terjadi antara hubungan komunikasi dan kerjasama antara guru dan orang tua siswa, sekolah selalu mengupayakan supaya terjadinya kerjasama yang baik antara sekolah dengan masyarakat untk kebaikan bersama, atau dengan kata lain sekolah bisa lebih memudahkan program program program yang berkaitan dengan masyarakat .



Sumber :
http://pengantarpendidikansosial.blogspot.com/2015/09/?m=1

Tirtahardja U,dkk.2010.Pengantar Pendidikan.Jakarta : PT Rineka Cipta

journal.stainkudus.ac.id › vie...PDF
Konsep IntegrasI trIpusat pendIdIkan terhadap ... - Jurnal STAIN Kudus

Komentar

  1. Materi yang dibahas sangat membantu saya dalam mamahami hubungan timbal balik antara lingkungan pendidikan dan penjabaran yang anda berikan membuat saya mengerti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya terimakasih sudah mengunjungi blog saya, dan semoga blog ini berguna bagi orng bnyak.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuan pendidikan

lingkungan pendidikan