lingkungan pendidikan

Lingkungan Pendidikan

A ). Pendidikan lingkungan keluarga.
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapat didikan dan bimbingan. Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan. Keluarga merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang karena hubungan searah. Keluarga itu dapat berbentuk keluarga inti ( ayah, ibu, dan anak ). Menurut Ki Hajar Dewantoro, suasana kehidupan keluarga merupakan tempat yang sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan individual maupun pendidikan sosial.
Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, bersifat informal, yang pertama dan utama dialamai oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi, dan mendidik anak agar tumbuh adn berkembang dengan baik.
1. Fungsi dan peranan pendidikan keluarga
a.          pengalaman pertama masa kanak-kanak
lingkungan pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang merapakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. Suasana pendidikan keluarga ini sangat penting diperhatikan, sebab dari sinilah keseimbangan jiwa di dalam perkembangan individu selanjutnya ditentukan.
b.         menjamin kehidupan emosional anak
melalui pendidikan keluarga ini, kehidupan emosional atau kebutuhan akan rasa kasih sayang dapat dipenuhi atau dapat berkembang dengan baik, hal ini dikarenakan adanya hubungan darah antara pendidikan dengan anak didik, sebab orang tua hanya menghadapi sedikit anak didik dan karena hubungan tadi didasarkan atas rasa cinta kasih sayang murni.
c.          menanamkan dasar pendidikan moral
di dalam keluarga juga merapakan penanaman utama dasar-dasar moral bagi anak, yang biasanya tercermin dalam sikap dan perilaku orang tua sebagai teladan yang dapat di contoh anak.
d.         memberikan dasar pendidikan sosial
perkembangan benih-benih kesadaran sosial pada anak-anak dapat dipupuk sedini mungkin, terutama lewat kehidupan keluarga yang penuh rasa tolong-menolong, gotong royong secara kekeluargaan, menolong saudara atau tetangga yang sakit, bersama-sama menjaga ketertiban, kedamaian, kebersihan dan keserasian dalam segala hal.
e.          peletakan dasar-dasar agama
masa kanak-kanak adalah masa yang paling baik untuk meresapkan dasar-dasar kehidupan beragama, dalam hal ini tentu terjadi dalam keluarga. Anak-anak seharusnya dibiasakan ikut serta ke masjid bersama-sama untuk menjalankan ibadah, mendengarkan khutbah atau ceramah keagamaan, kegiatan seperti ini besar sekali pengaruhnya terhadap kepribadian anak.
2.   tanggung jawab keluarga
a.          adanya   motiva
si   atau   dorongan   cinta   kasih   yang   menjiwai
hubungan orang tua dan anak.
b.         Pemberian   motivasi    kewajiban   moral    sebagai    konsekuensi
kedudukan orang tua terhadap keturunannya.
c    Tanggung jawab sosial adalah bagian dari keluarga yang pada gilirannya akan menjadi tanggung jawab masyarakat, bangsa dan Negara.
d. memelihara dan membesarkan anak.
e.   Memberi  pendidikan  dengan  berbagai  ilmu  pengetahuan  dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan anak kelak.

Dalam keluarga ada beberapa fungsi pendidikan yang dikelompokkan yaitu :
  • Fungsi proteksi dalam keluarga yaitu sebagai perlindungan terhadap para anggota keluarga, baik dalam perlindungan secara emosional maupun fisik. Karena peran keluarga adalah memberikan rasa aman dan tentram kepada para anggota keluarga supaya hubungan dalam keluarga dapat berlangsung secara harmonis. Lembaga keluarga memiliki fungsi proteksi terhadap kehidupan anak-anak sebagai individu. Orang tua harus mampu memberi rasa aman serta nyaman terhadap anak-anaknya. Anak akan merasa tenang lahir dan batinnya jika orang tua mampu menciptakan suasana aman. Dalam situasi yang aman, orang tua harus mampu memberikan arahan yang baik bagi masa depan anak-anaknya. Peranan keluarga dalam menentukan masa depan anak sangat besar, mengingat keluargalah yang menanggung risiko kebaikan dan keburukan atas dampaknya.
  • Fungsi edukasi  dalam keluarga yaitu Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama kali diterima dan diserap bagi anak. Orang tua memiliki peran yang penting dalam memberikan pendidikan dalam keluarga untuk anak-anaknya.
  • Fungsi sosialisasi dalm keluarga yaitu Keluarga merupakan sistem yang menyelenggarakan sosialisasi terhadap calon-calon warga masyarakat baru. Seseorang yang dilahirkan di suatu keluarga akan melalui suatu proses penyerapan unsur-unsur budaya yang mengatur masyarakat bersangkutan. Calon warga masyarakat baru dipersiapkan oleh orangtuanya, kemudian oleh orang lain dan lembaga pendidikan sekolah, untuk dapat menjalankan peranan dalam kehidupan bermasyarakat, di bidang ekonomi, agama, atau politik sesuai dengan kebutuhan setiap anggota masyarakat. Keluarga merupakan tempat awal terbinanya sosialisasi bagi seseorang.
  • Fungsi Rekreasi Refleksi dari fungsi rekreasi, dahulu keluarga merupakan tempat rekreasi terhadap anggota-anggotanya, setelah disibukkan seharian dengan segala aktivitas. Dengan perubahan dan perkembangan masyarakat yang lebih kompleks, tergantikan oleh lembaga-lembaga yang lain, seperti gedung bioskop, panggung sirkus, night club, dan lain-lain. Pergeseran ini menurunkan keharmonisan hubungan antar-anggota keluarga dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.
  • Fungsi inisiasi  yaitu anak diperkenalkan dengan sejumlah nama nama benda bintang atau orang disekitarnya .
  B).Pendidikan lingkungan sekolah.
Pada dasarnya pendidikan sekolah merupakan bagian dari pendidikan dalam keluarga, yang sekaligus juga merupakan lanjutan dari pendidikan dalam keluarga. 
 Pasti kita beratanya tanya kenapa munculnya lingkungan sekolah dalam pendidikan jawabannya sederhana yaitu Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu anak dikirimkan ke sekolah-sekolah formal contohnya saja anak perlu pendidikan akademik yang diajarkan oleh yang ahli dalam bidangnya jadi apabila anak ada dalam lingkungan sekolah maka anak akan memperoleh pendidikan yang tidak didaptkan di lingkungan keluarga ataupun masyarakat.
 Disamping itu, kehidupan di sekolah adalah jembatan bagi anak yang menghubungkan kehidupan dalam keluarga dengan kehidupan dalam masyarakat kelak.  Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Semakin maju suatu masyarakat semakin penting peran sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakat. Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga terhadap pendidikan,
Ada beberapa karakteristik proses pendidikan yang berlangsung di sekolah ini, yaitu sebagai berikut:
a.          pendidikan diselenggarakan secara khusus dan bagi atas jenjang yangmemiliki hubungan hierarkis.
b.         usia anak didik disuatu jenjang pendidikan relativ homogen.
c.         waktu pendidikan relativ lama sesuai dengan program pendidikan yangharus diselesaikan.
d.         materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum.
e.         adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban terhadapkebutuhan dimasa yang akan datang.
1.   Sifat-sifat lembaqga pendidikan .
a.          tumbuh sesudah keluarga ( pendidik kedua).
b.         merupakan lembaga pendidikan formal.
c.          merupakan lembaga yang tidak bersifat kodrati.
2.   fungsi dan peranan sekolah.
peranan sekolah sebagai lembaga yang membantu lingkungan keluarga, maka
sekolah bertugas mendidik dan mengajar serta memperbaiki dan memperhalus
tingkah laku anak didik yang dibawa dari keluarganya.
fungsi  pendidikan disekolah menurut Suwarno dalam bukunya Pengantar Umum Pendidikan,
adalah
a. Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan.
b. Spesialisasi.
c. Efisiensi-
d. SosialisasL
e. konservasi dan transmisi cultural.
f. transisi dari rumah ke masyarakat.

 Sedangakan fungsi utama pendidikan adalah :
  • memberikan pengetahuan umum
  • memberikan keterampilan dasar
  • membentuk pribadi sosial
  • menyediakan sumber daya manusia
  • alat transformasi kebudayaan
3. Macam – macam sekolah
a. ditinjau dari segi yang mengusahakan
o   Sekolah negeri
o   Sekolah swasta
b. ditinjau dari sudut tingkatan
o   Pendidikan dasar
o   Pendidikan menengah
o   Pendidikan tinggi
c. ditinjau dari sifatnya
o   Sekolah umum
o   Sekolah kejuruan

tanggung jawab sekolah sebagai lingkunga pendidikan  adalah sebagai berikut :

1) Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
2) Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah.
3) Sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
4) Di sekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah, dan sebagainya.

C). Pendidikan lingkungan masyarakat
Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan lingkungan ketiga setelah keluarga dan sekolah. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini, telah mulai ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, berarti pengaruh pendidikan tersebut tampak lebih luas. Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak sekali, ini meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan, pembentukan pengertian-pengertian (pengetahuan), sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.
Lembaga pendidikan yang dalam istilah UU No. 20 Tahun 2003 disebut dengan jalur pendidikan non formal ini, bersifat fungsional dan praktis yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja peserta didik yang berguna bagi usaha perbaikan taraf hidupnya. Pendidikan ini mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
a. pendidikan diselenggarakan dengan sengaja di luar sekolah
b. peserta umumnya mereka yang sudah tidak bersekolah
c. pendidikan tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untukjangka waktu pendek.
d. Peserta tidak perlu homogen
e. Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sistematis.
f. Isi pendidikan bersifat praktis dan khusus
g. Keterampilan kerja sangat ditekankan
Beberapa istilah jalur pendidikan luar sekolah
a. pendidikan social
b. pendidikan Masyarakat
c. pendidikan rakyat
d. pendidikan luar sekolah
e. mass education
f. adult education
g. extension education
h. fundamental education

Kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari tiga sisi, yaitu :
1)   Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan.
2)   Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan/atau kelompok sosial di masyarakat.
3)   Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar baik yang dirancang (by design),         maupun yang dimanfaatkan (utility).
Paling sedikit dapat dibedakan menjadi enam tipe sosial-budaya sebagai berikut :
1)      Tipe masyarakat berdasarkan sistem berkebun yang amat sederhana.
2)      Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang atau sawah dengan
tanaman pokok padi.
3)      Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan sistem bercocok tanam di ladang atau sawah.
4)      Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan sistem bercocok tanam di sawah dengan tanaman
pokok padi.
5)      Tipe masyarakat perkotaan.
6)      Tipe masyarakat metropolitan.
Selain tipe masyarakat di atas yang dapat mempengaruhi karakteristik seseorang, terdapat juga lembaga kemasyarakatan kelompok sebaya dan kelompok sosial seperti remaja masjid, pramuka, dsb. Kelompok teman sebaya mempunyai fungsi terhadap anggotanya antara lain :
1)      Mengajar berhubungan dan menyesuaikan diri dengan orang lain.
2)      Memperkenalkan kehidupan masyarakat yang lebih luas.

unsur unsur pokok dalam masyarakat :
  • golongan sosial ,Golongan sosial dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya sebagai hasil proses pertumbuhan masyarakat. Faktor penyebabnya antara lain: kemampuan/kepandaian, umur, jenis kelamin, sifat keaslian, keanggotaan masyarakat dll. Faktor penentu dari setiap masyarakat berbeda-beda, misalnya pada masyarakat berburu faktor penentunya adalah kepandaian berburu.
  • Kategori sosial, Menurut Koentjaraningrat,  kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu ciri-ciri obyektif yang dikenakan pada manusia-manusia tersebut. Dalam kategori sosial tidak terikat oleh unsur adat istiadat, sistem norma, sistem nilai tertentu, tidak memiliki  identitas, tidak memiliki lokasi, tidak mempunyai organisasi, dan tidak memiliki pemimpin.
  • Kelompok sosial, Kelompok sosial (social group) adalah himpunan/kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, terdapat hubungan timbal balik, saling memengaruhi sehingga timbul suatu kesadaran untuk saling menolong di antara mereka.
  • Perkumpulan (asosiasi), Perkumpulan atau asosiasi adalah kesatuan manusia yang dibentuk secara sadar untuk tujuan-tujuan khusus. Terbentuknya perkumpulan dilandasi oleh kesamaan minat, tujuan, kepentingan, pendidikan, keahlian profesi, atau agama. Perkumpulan merupakan suatu organisasi buatan yang bersifat formal, dengan jumlah anggota relatif terbatas, memiliki kepentingan-kepentingan tertentu, hubungan antar anggota tidak bersifat pribadi, memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Dalam lingkungan masyarakat sangat banyak organisasi organisasi yang bisa diikuti oleh setiap lapisan masyarakat mulai dari anak anak  , remaja ( sebagai contoh remaja mesjid), dewasa ( karang taruna ), dan tua ( perkumpulan lansia ). Tidak mungkin organisasi itu tidak mempunya fungsi dan peranan bagi pendidikan, berikut adalah fungsi dari organisasi dalam masnyarakat :
  • Memberi arahan dan aturan serta pembagian kerja mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh para angggota dalam organisasi terentu
  • Meningkatkan skil dan kemampuan dari anggota organisasi dalam mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan masyarakat
  • Memberikan pengetahuan dan mencerdaskan setiap anggota organisasi dalam masyarakat
  • Melatih diri untuk bergaul dengan orang yang tidak seumuran atau meltih diri dalam menggunakan kata mendaki, menurun, melereng, dan mendatar apabila organisasinya tidak berbatas umur
  • melatih tanggung jawab  dan disiplin
  • melatih diri agar bisa memeanage waktu yang baik untuk organisasi di masyarakat, sekolah dan dirumah.


        Pada tanggal 2 Mei merupakan hari yang spesial untuk mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan. Karena setiap tanggal itu kita biasa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sekaligus memperingati hari lahir Ki Hajar Dewantara yang dijuga dikenal sebagai pahlawan pelopor pendidikan di Indonesia. 
Berbagai gagasan dan pandangan Ki Hajar Dewantara itu juga relevan sebagai acuan pembangunan pendidikan nasional di era milenial ini. Di antaranya, 'Panca Dharma', yaitu pendidikan perlu beralaskan lima dasar, meliputi kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.
 'Kon-3', yakni bahwa penyelenggaraan pendidikan harus berdasarkan asas komunitas, konvergensi, dan konsentris. Serta 'Tri Pusat Pendidikan', yang menerangkan bahwa pendidikan berlangsung di tiga lingkungan, baik di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tri Pusat Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diterima anak ada dalam pergaulan di tiga lingkungan, yaitu: lingkungan keluarga, lingkungan perguruan, dan lingkungan masyarakat. Lingkungan perguruan yang dimaksud adalah pendidikan formal sekolah atau madrasah yaitu SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, serta SMK/MAK.  Setiap lingkungan tersebut mempunyai peran yang sangat penting dalam mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian anak.
Sumber :

Komentar

  1. Apakah kurikulum di indonesia ini sudah sangat membantu pendidikan indonesia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, sebelum saya menjawab, materi ini sedikit melenceng dari blog ini karna blog ini tentang hubungan timbal balik antara keluarga, sekolah dan masymasyarakat
      menurut saya kurikulum di indonesia sudah membantu pendidikan Indonesia, krna tanpa adanya kurikulum maka tidak adanya program pendidikan yang dilakukan untk mencapai tujuan pendidikan


      Semoga membantu ;)

      Hapus
  2. Bagaimana menurut anda jika ada seorang siswa dimana dia tidak mendapatkan pendidikan yang baik dalam keliarganya dan di sekolah dia menjadi seorang yang nakal, nah apa hang harus dilakukan oleh para pendidik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung kr blog saya, semua lingkungan pendidikan itu sama sama penting, dan tidak dipisahakan antara satu lingkungan dengan lingkungan lainnya untk mencapai tujuan pendidikan,secara intinya bahwa apabila pendidikan di salah satu lingkungan tidak terpenuhi, maka otomatis tujuan pendidikan tidak tercapai


      Sebagai seorang pendidik maka diperlukan komunikasi antara orng tua dan guru serta kerjasamanya untk mencapai tujuan pendidikan. Komunikasi ini bertjuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan anak,setelah mengetahui perkembangan anak, maka di perlukan kerjasama untk memperbaiki apabila adanya kesalahan pada anak tersebut


      Semoga membantu :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan timbal balik antara keluarga, sekolah dan masyarakat

Tujuan pendidikan