Hakikat manusia

Hakikat Manusia

  Manusia adalah makhluk yang sempurna diantara makhluk lainnya kesempurnaan itu terletak pada akal dan fikiran yang diberikan oleh Allah SWT,  makan dari itu  dengan dibekali akal, fikiran, dan perasaan tebtunya manusia bisa memilik  yang tebaik diantara mana saja yang bisa diambil da;am hidup manusia.

a). Kebutuhan manusia ditinjau dari aspek hakikat manusia
 
     Manusia mempunyai hasrat untuk mengetahui segala seuatu, atas dorongan inin tahunya manusia tidak hanya betanya tentang  berbagai hal yang ada diluar dirinya, tetpai juga tentang dirinya sendiri.  Hakikat manusia adalah  seprangkat gagasan aatau konsep yang mendasar  manusia, dan eksistensi manusia di dunia, hakikat manusia ini sejalan dengan prinsip adanya manusia. 

Aspek aspek hakikat manusia:
  • Manusia sebagai makhuk tuhan
Manusia memiliki subjek yang mempunyai kesadaran dan penyadaran diri, maka dari itu manusia menjadi subjek yang mneyadari keberadaan dirinya. Manusia berkedudukan sebagai makhluk ciptaaan Tuhan YME, sehingga dalam pengalamana hidupnya terlihat bahkan bisa kita alami sendiri fenomena kemakhlukan, seperti manusia merasa dirinya begitu kecil dan rendan sedangkan di hadapan Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Tinggi, manusia juga mengakui adanya keterbatasan dibandinggan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Perkasa , manusia tidak serba tahu sedangkan Tuhan serba tahu, namun manusia juga tau betapa pedihnya siksaan-Nya.

Jadi, kesimpulannya menurut saya dikatakan manusia sebagai makhluk tuhan adalah manusia berkedukukan dibawah Tuhan sebagai makhluk ciptaannya, sehingga manusia  harus menyadari keberadaan dirnya sebagai makhluk ciptaannya  yang harus mengikuti semua anjuran-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Maka dari itu dikatakaan salah satu apek hakikat manusia adalah sebagai makhluk tuhan.


  • Manusia sebagai kesatuan badan dan ruh

Manusia sebagai kesatuan badani-rohani adalah contoh hakikat manusia yang tergolong ke dalam struktur metafisiknya. Manusia adalah kesatuan badani-rohani yang tak dapat dibagi, serta memiliki perbedaan dan subyektivitas karena itu manusia disebut makhluk  individual. Terdapat tiga pahan atas permasalahan manusia sebagai kesatuan badan dan ruh yaitu pahan materialisme, idealisme dan dualisme

-  Paham materialisme 
Penganut paham ini seperti julien de le mettie dab ludwig feuerbach. Menurut paham ini betolak dengan realita sebgaaiman yang bisa diketahu berdasarkan dari pengalaman diri atau observasi. Maka dari itu masusia sebagai bagian dari alam semesta , manusia harus tetpa tunduk dan patuh terhadap hukum alam.

- Paham idealisme
Paham ini bertolak belakang dengan paham materialisme, karena pengananut  paham ini menganggap jika esensi diri manusia ialah jiwa atau spirit atau rohaninya , sebgaimana yang dianut oleh plato. Menurut plato jiwa memiliki kedudukan yang jauh lebih tinggi dari badan

-Paham Dualisme
Menurut penganut paham ini adalah manusia terdiri atas 2 subtansi yang bereda yaitu badan dan jiwa, maka anatara keduanya itu tidak terdapat hubungan yang bisa saling mempegaruhi satu sama lain, namun demikian jika setiap peristiwa kejiwaan sellau paralet dengan peristiwa badaniah atau sebalikknya.

Jadi, kesimpulannnya aspek hakikat manusia sebagai kesatuan badan dan ruh ini adalah manusia memiliki badan dan ruh ( kejiwaan ) yang tidak dapat dibagi dan berbeda antara badan dan kejiwaan , menurut paham materialisme manusia itu harus tunduk kepada hukum alam, sedangkan menurut paham idelisme eksistensi manusia ini ialah jiwa atau rohaninnya, sehingg ada paham yang ketiga yaitu pahan dualisme yang mengatakan badan dan jiwa tidak dapat hubungan satu sama lain tetapi setiap peristiwa sellau paralet dan berkaitan dengan keduanya..

  • Manusia sebagai makhluk individu
Sebagaimana yang sudah Anda alami jika memang manusia sadar akan keberadaan dirinya sendiri, kesadaran manusia akan dirinya sendiri juga menjadi suatu bentuk perwujudan individualitas manusia. Manusia sebagai individu atau sosok pribadi yang menjadi kenyataan paling riil dalam kesadaran manusia. Sebagai makhluk individu, manusia menjadi satu kesatuan yang tak bisa dibagi, mempunyai perbedaan dengan manusia yang lain, sehingga memiliki karakteristik atau sifat yang unik dan menjadi subjek yang otonom. Setiap manusia memiliki dunianya sendiri dan tujuan hidupnya sendiri. Masing-masing tentu sudah secara sadar memiliki upaya atau keinginan yang kuat guna menunjukkan eksistensinya, ingin menjadi dirinya sendiri atau bebas bercita-cita untuk menjadi seseorang tertentu dan masing-masing bisa mengungkapkan jika, "inilah aku" di tengah segala kehidupan yang dijalaninya.

Jadi kesimpuannya manusia sebagai makhluk individu adalah kesadaran mansia sebagai makhluk yang menjadi dirinya sendiri itu telah membuktikan bahwa manusia sebagai makhluk individu , walaupun manusia akan tetap menjadi dirinya sendiri tetapi tetap saja menusia tidak bisa hidup sendiri dan masih membutuhkan makhluk lainnya.

  • Manusia sebagai makhluk berbudaya
Manusia tak akan terlepas dari yang namanya kebudayaan, bahkan manusia juga baru menjadi manusia karena dan bersama dengan kebudayaannya (C.A. Vanpeursen, 1957).Kebudayaan tidak memiliki sifat yang statis, melainkan memiliki sifat dinamis. Kodrat dinamika yang ada di dalam diri manusia mengimplikasikan adanya perubahan dan pembaharuan terhadap kebudayaan. Hal ini tentu saja didukung oleh adanya pengaruh kebudayaan masyarakat atau dari bangsa lain terhadap kebudayaan masyarakat yang saling bersangkutan. Selain itu, mengingat adanya dampak positif dan dampak negatif dari kebudayaan terhadap manusia, kadang masyarakat terombang-ambing diantara adanya 2 relasi kecenderungan. Di satu pihak ada yang melestarikan bentuk lama atau disebut juga dengan tradisi, sementara untuk di lain sisi ada yang terdorong untuk menciptakan hal yang baru atau disebut juga dengan inovasi.

Jadi, kesimpulannya kebudayaan itu duah ada didalam diri manusia itu sendiri, karna manusia mempunyai inisiati dan kreativias sendiri untuk membuat kebudayaan, dan berbudaya. Selain itu manusia tidak terlepas dari kehidupan berbudayan, kebiasaan dalam suatu masyarakat itu temasuk juga kebudayaan yang mau tidak mau seseorang  mengikuti kebudayaannya atau masuk kedalam kebudayaan masyarakat itu senidiri.

  • Manusia sebagai makhluk susila
manusia sadar akan diri dan lingkungannya, memiliki potensi dan kemampuan untuk bisa berpikir dan berkehendak dengan bebas, bertanggung jawab, hingga memiliki potensi untuk berlaku atau berbuat baik. Maka dari itulah, eksistensi manusia mempunyai aspek kesusilaan. Sebagai makhluk yang otonom atau makhluk yang mempunyai kebebasan, manusia selalu dihadapkan pada suatu alternatif tindakan yang harus dipilih. adapula kebebasan berbuat ini juga selalu memiliki hubungan dengan norma moral dan nilai moral yang harus dipilih. Karena memang manusia memiliki kebebasan untuk memilih dan menentukan perbuatannya secara otonom, maka selalu ada penilaian moral atau tuntutan pertanggung jawaban atas segala perbuatan yang sudah dilakukan.
 
Jadi kesimpulannya adalah manusia makhluk susila manusia memiliki suatu kebesan berbuat yang dia mau dan dia sukai  tetapi harus sesuai dengan norma dan moral yang harus dipilih sehinnga menghasilakan perbuatan yang baik , untuk itu manusia diberi akal dan fikiran untuk memikirkan apa yang dikerjanannya apakah sesuai dengan moral, dan norma yang berlaku.

  • Manusia sebgai makhluk beragama
Aspek keberagaman menjadi salah satu karakteristik yang cukup esensial, eksistensi manusia yang terungkap di dalam bentuk pengakuan atau keyakinan atas kebenaran dari agama yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku.Hal ini ada dalam diri manusia manapun, baik itu dalam rengant waktu yang dulu -sekarang, atau yang akan datang, maupun dalam rentang geografis, di mana manusia itu berada. Keberagaman menyiratatkan adanya pengakuan dan pelaksanaan yang sungguh dari suatu agama.
Manusia hidup beragama karena agama itu bisa menyangkut mengenai berbagai macam masalah yang bersifat mutlak, maka pelaksanaan keberagaman akan tampak di dalam kehidupan, sesuai agama yang dianut oleh masing-masing individu tersebut. Hal ini baik berkenaan dengan sistem keyakinan, sistem peribadatan, ataupun berkenaan dengan pelaksanaan tata kaidah yang bisa mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam.

Jadi, kesimpulannya adalah manusia adalah makhluk yang beragama, sebagai bentuk keyakinan terhadapa penciptannya.Secara tidak langsung manusia sebagai makhluk beragama ini sangat erat kaitannya dengan aspek manusia sebagai makhuk Tuhan, karena wujud dari agama itu adalah percaya, yakin, tunduk , patuh, taat kepada penciptanya sesuai dengan keyakinannya maising maisng.

kesadaran mempunyaai agama ini lah yang dikatakan memiliki hakikat manusia.

b).Hubungan hakikat manusia dengan pendidikan
Atas dasar studi fenomenologis yang dilakukannya, M.J. Langeveld (1980) menyatakan bahwa "manusia itu sebagai animal educandum,3 asas  antoplogis yaitu manusia adalah makhluk yang belum selesai menjadi manusia, tugas dan tujuan manusia adalah menjadi manusia serta bahwa perkembangan manusia bersifat terbuka dan  animal educabile ,ada 5 asas antropologis yang mendasari kesimpulan bahwa manusia mungkin dididik atau dapat dididik, yaitu (1) potensialitas, (2) dinamika, (3) individualitas, (4) sosialitas, dan (5) moralitas"

(1) Potensial
Dalam uraian terdahulu telah dikemukakan berbagai potensi yang ada pada manusia yang memungkinkan ia akan mampu menjadi manusia, tetapi untuk itu memerlukan suatu sebab, yaitu pendidikan. Contohnya, dalam aspek kesusilaan manusia diharapkan mampu berperilaku sesuai dengan norma-norma moral dan nilai-nilai moral yang diakui. Ini adalah salah satu tujuan pendidikan atau sosok manusia ideal berkenaan dengan dimensi moralitas. Apakah manusia dapat atau mungkin dididik untuk mencapai tujuan tersebut? Jawabannya adalah dapat atau mungkin sebab sebagaimana telah dikemukakan pada uraian terdahulu bahwa manusia memiliki potensi untuk berbuat baik. Demikian pula dengan potensipotensi lainnya. Berdasarkan hal itu maka dapat disimpulkan bahwa manusia akan dapat dididik karena ia memiliki berbagai potensi untuk dapat menjadi manusia.

(2).Dinamika
Manusia selalu aktif baik dalam aspek fisiologik maupun spiritualnya. Ia selalu menginginkan dan mengejar segala hal yang lebih dari apa yang telah ada atau yang telah dicapainya. Ia berupaya untuk mengaktualisasikan diri agar menjadi manusia ideal baik dalam rangka interaksi atau komunikasinya secara horizontal (manusia-manusia) maupun vertikal atau transcendental (manusiaTuhan). Jika ditinjau dari sudut pendidik, pendidikan dilakukan dalam rangka membantu manusia (peserta didik) agar menjadi manusia ideal. Di pihak lain, manusia itu sendiri (peserta didik) memiliki dinamika untuk menjadi manusia ideal. Oleh karena itu, dimensi dinamika mengimplikasikan bahwa manusia akan dapat dididik.

(3).Individualitas
Individu antara lain memiliki kedirisendirian (subjektivitas), ia berbeda dari yang lainnya dan memiliki keinginan untuk menjadi seseorang sesuai keinginan dirinya sendiri. Sekalipun ia bergaul dengan sesamanya, ia tetap adalah dirinya sendiri. Sebagai individu ia tidak pasif, melainkan bebas dan aktif berupaya untuk mewujudkan dirinya. Pendidikan dilaksanakan untuk membantu manusia dalam rangka mengaktualisasikan atau mewujudkan dirinya. Pendidikan bukan untuk membentuk manusia sebagaimana kehendak pendidik dengan mengabaikan dimensi individualitas manusia (peserta didik). Di pihak lain manusia sesuai dengan individualitasnya berupaya untuk mewujudkan dirinya. Oleh karena itu, individualitas manusia mengimplikasikan bahwa manusia akan dapat didik.

(4)Sosialitas
Sebagai insan sosial manusia hidup bersama dengan sesamanya, ia butuh bergaul dengan orang lain. Dalam kehidupan bersama dengan sesamanya ini akan terjadi hubungan pengaruh timbal balik. Setiap individu akan menerima pengaruh dari individu yang lainnya. Kenyataan ini memberikan kemungkinan bagi manusia untuk dapat dididik sebab upaya bantuan atau pengaruh pendidikan itu disampaikan justru melalui interaksi atau komunikasi antarsesama manusia; dan bahwa manusia dapat menerima bantuan atau pengaruh pendidikan juga melalui interaksi atau komunikasi dengan sesamanya.

(5).Moralitas
Manusia memiliki kemampuan untuk membedakan yang baik dan tidak baik, dan pada dasarnya ia berpotensi untuk berperilaku baik atas dasar kebebasan dan tanggung jawabnya (aspek moralitas). Pendidikan hakikatnya bersifat normatif, artinya dilaksanakan berdasarkan sistem nilai dan norma tertentu serta diarahkan untuk mewujudkan manusia ideal, yaitu manusia yang diharapkan sesuai dengan sistem nilai dan norma tertentu yang bersumber dari agama maupun budaya yang diakui. Pendidikan bersifat normatif dan manusia memiliki dimensi moralitas karena itu aspek moralitas memungkinkan manusia untuk dapat didik

c).Aspek pedagogis
adalah ilmu pendidikan yang meyelidiki atau mengintai , mengawasi tentang gejala perbuatan pendidik.
a. filosofi manusia sebgai makhluk tuhan  
manusia terlahir sebagai khalifah dimuka bumi ini dan sebagai hamba Allah SWT
b. manusia  sebagai makhluk individu
setiap manusia mampu  menempati posisi, berhadapan, mengahdapi, memasuki, memikirkan, bebas  mengambil sikap, bebsa mengambil tindakan atas tanggung jawab
c.manusia sebagai makhluk sosial
manusia makhluk sosial maksudnya manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan satu sama lain

d).Kemungkinan manusia dapat dididik
karena dibekali akal dan fikiran manusia dapat didik dan harus dididik supuya memiliki pengetahuan. Dalam arti sempit pengetahuan hanya dimiliki  oleh makhluk yang bernama manusia. manusia itu dididik tidak hanyak disekoah tetapi faktor utamanya adalah keluarga sehingga ad tripusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. manusia dapat memperoleh pendidikan dari tri pusat pendidikan itu , sehingga dapat disimpulakn bahwa manusia dapat dididik dan hrus dididik.
 
e).  Hubungan hakikat manusia dengn HAM
  • Pendidikan sebagai humanisasi
manusia bertugas dan bertujuan menjadi mansuia, sedangkan manusia dapat menjadi manusia hanya melalui pendidikan .hakikat tugas dan tujuan hidup manusia tiada lain adalah menjadi manusia. Tugas dan tujuan hidup manusia adalah membangan (mengadakan) dirinya mendekati manusia yang dalam filsafat disebut self-realization. Pendidikan dapat didefinisikan sebagai humanisasi (upaya memanusiakan manusia), yaitu upaya dalam rangka membantu manusia agar mampu hidup sesuai dengan martabat kemanusiaanya atau menjadi manusia yang sebenarnya. Manusia dapat mengembangkan segenap potensinya untuk mampu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, potensi untuk mampu berbuat atau berperilaku baik, potensi untuk hidup sehat, potensi cipta, rasa, karsa, dan karyanya.
  • Pendidikan dan HAM
Hak asasi manusia merupakan hak hak alamiah yang tidak dapat diabut karena ini adalah karuni Tuhan, pendidikan sebagai upaya agar manusia memperoleh hak haknya yang asasi.
Hak adalah milik manusiakarena naturanya, namun karena natura ini adalah natura sosial maka dengan apa yang dianggap sebagai hak diwajibkan mengakui hak orang lain  begitulah pernyataan dari Jauh Locke, sedangkan menurut Noah Webster seorang pemikir besar Amerika menyatakan , pemerintah dispotik akan membatasi pendidikan karena kawatir kekuasaannya lama kelamaan berkurang. Hak asasi adalah hak yang dasar atau pokok. Hak asasi manusia merupakan hak-hak yang alamiah yang tidak dapat dicabut karena ini adalah karunia Tuhan. Hak-hak tersebut antara lain hak hidup, kebebasan dan mengejar kebahagiaan.   Disamping itu hak asasi meliputi kebebasan berbicara, kebebasan beragama, kebebasan berkumpul dan berserikat.  Menurut Thomas Jefferson pendidikan adalah syarat mutlak dari kemerdekaan, ia juga menegaskan bahwa nodal utama kekuatan politik berada pada rakyat, yaitu rakyat yang menguasai pengetahuan dan informasi. Hak asasi sebagai dasar demokrasi pendidikan, sehingga pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara yang tertuang dalam pasal 31 UUD RI 1945 yang berbunyi :
a.      Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
b.      Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
Dalam UUD RI no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa : Pasal 4 ayat 1 “Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa”. Pada pasal 5 ayat 1 menyatakan “ setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”. Sedangkan pasal 9 menyatakan :” masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan”. Adapun kuwajiban pemerintah diatur pada pasal 11 UUD RI no. 20 tahun 2003 yang berbunyi :
a.      Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.
b.      Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendididkan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun.



f). Karakteristik sosok manusia indonesia

sosok manusia indonesia adaah manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Mah Esa, berbudi luhur, sehat jasmani dan rohani, memiliki pengetahuan dan keterampiran , berjiwa wirausaha, patriotisme, serta beorientasi kearah masa depan, dan manusia yang memilii moral, ilmu,dan amal,

Manusia indonesia tidak terlepas dari pandangan sesuai pancasila. seharusnya sebagai manusia indoensia haruslah memiliki karakter sesuai dengan pancasila nya

1. sila pertama
pada sila pertama ini tidak terlepas dari aspek manusia sebagai makhluk tuhan dan makhluk yang beragama, kita sebagai manusia indonesia yang menjunjung tinggi pancasila harus mengakui, tunduk, patuh terhadap Tuhan sebagai pencipta
2. sila kedua
pada sila ke dua ini erat kaitannya dengan hakika mansia sebagai manusia yang berbudaya, individu dan susila. karen sosok manusia indonesia yangmenjunjung tinggi pancasila adalah dengan mengimpelemntasikan nilai nilai panasila dan kemanusiaan
3.sila ke tiga
pada sila ini manusia jenis appaun, beda agama, ras golongan, waran kulit dan lain sebagaianya harus memepunyai tujun yang satu yaitu bersatu untuk indonesia, sebgai manusia harus menyadari akan kewaibnnya
4. sila ke empat
 pada sila keempat ini hak asasi manusia sangat dijunjung tinggi, dikatakan dijunjung tinggi dengan adanaya musyawarah, kebesan berpendapat dan menghargai semua orang yang erat kaitannya dengan HAM
5. sila ke lima
pada sila ke lima ini sangan erat kaitannya dengan hubungan antara manusia dan juga HAM, karna apabila seseorang tidak mendapkan hak yang sessuai maka impelemtasi pancasila sila ke 5 ini bekum terwujud karena beum adilnya terhadap hak hak manusia

g).Dimensi dimensi  dalam pembentukan manusia indonesia

a. Dimensi Intelektual
 Dimensi Intelektual maksudnya disini adalah mengmbangkan wawasan dan iptek, terampil mengkomunikasikan pengetahuan dan memecahkan masalah, bisa juga dikatakan bahwa diperlukannya pengetahuan dan berifkir kiritis dalam memecahkan masalah ataupun dalam mengambi keputusan

  b. Dimensi sosial
Dimensi kesosialan maksdnya adalah  ketergantungan kebutuhan pada orang lain, maksdnya disini adalah mansuai itu saling membutuhkan satu sama lain dalam melangsungkan kehidupannya.

 c.  Dimensi personal
 Dimensi personal ini bahwa setiap manusia berbeda satu sama lainnya,  kepribadian manusia ini yang membuat manusia berbeda dengan yang lainnya 


 d. Dimensi produktivitas
  Produktivitas memiliki makna kesanggupan memilih pekerjaan sesuai dengan kemampuan, keserasian hidup bekeluarga, pandai menempatkan diri sebagai konsumen dan produsen, serta kreatif dan berkarya, maksdnya manusia tau akan kemampuan yang dimiliki dan menempatkan kemampuan itu pada kadarnya maisng maisng  dan apabila kemmpuanitu sudah sesuai dengan kadarnya maka manusia bisa saja mengahsilkan dan berkarya sesai bakannya.




Sumber :




Komentar

  1. Materinya sudah bagus,cuman sebaiknya materinya jangan krbanyakan di ambil dari pihak blogspot lain,usahakan dari sumber lain semisal buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnnya saya mengucapkan terimakasih sudah mengunjungi blog saya dan terima kasih sudah memberikan saran yang membangun untk blog ini.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan timbal balik antara keluarga, sekolah dan masyarakat

Tujuan pendidikan

lingkungan pendidikan